Kamis, 16 Januari 2014

KEILMUAN Al-Quran

DIMENSI KEILMUAN AL-QUR’AN
Kita mendapati lebih dari sepuluh persen ayat-ayat Al-Qur’an merupakan rujukan-rujukan kepada Fanomena Alam. Termasuk masalah kepentingan mendasar adalah menyingkap bentuk risalah yang disebut ayat-ayat keilmuan yang kita dapati, dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya.
Mengenai masalah ini ada beberapa pandangan:
Al-Quran Sebagai Sumber Pengetahuan Ilmiah
Dimasa sekarang kita temukan banyak orang yang mencoba menafsirkan beberapa ayat Al-Quran dalam sorotan pengetahuan ilmiah Modern. Tujuan utamanya ialah untuk menunjukkan mukjizat Al-Quran dalam lapangan keilmuan untuk meyakinkan orang-orang non muslim akan keagungan dan keunikan Al-Quran, dan untuk menjadikan kaum muslim bangga memiliki kitab yang Agung seperti itu.
Pandangan yang mengganggap Al-Quran sebagai sumber seluru pengetahuan bukanlah sesuatu yan g baru, sebab telah kita ketahui banyak ulama’ besar kaum muslim terdahulu pun berpandangan demikian. Di antaranya Imam Al-Ghozali. Dalam bukunya Ihya ‘Ulumuddin belua mengutif kata-kata Ibnu Mas’ud:”jika seseorang ingin memiliki pengetahuan masa lampau dan pengetahuan modern, selayaknya dia merenungkan Al-Quran.” Selanjutnya belua menambahkan:”Ringkasannya, seluruh ilmu tercakup didalam karya-karya dan sifat-sifat Allah, dan Al-Quran adalah penjelasan esensi sifat-sifat dan perbuatan-Nya. Tidak ada batasan terhadap ilmu-ilmu ini, dan di dalam Al-Quran terdapat indikasi pertemuannya(Al-Quran dan ilmu-ilmu).
Dalam bukunya yang lain jawahir Al-Quran yang ditulis setelah Ihya, lebih jau beliau mengatakan hal tersebut pada bab: Munculnya Ilmu-ilmu klaik dan Modern dalam Al-Quran”, beliau mengatakan:
“ perinsip ilmu-ilmu ini, yang telah kami jelaskan dan yang belum kami spesifikasikan, bukanlah diluar Al-Quran, karna seluru ilmu ini diraih dari salah satu lautan pengetahuan-Nya, yaitu lautan karya-Nya. Telah kami sebutkan bahwa Al-Quran laksana lautan yang tak bertepi, dan bahwa sekiranya lautan itu menjadi tinta(untuk menjelaskan) kata-kata tuhanku,sungguh lautan itu akan habis sebelum kata-kata tuhan itu berakhir. Diantara perbuatan Allah yang (karna keluasaannya dapat di sebut)lautan perbuatannya, misalnya menyembuhkan dan menimbulkan penyakit, sebagaimana Allah menceritakan ucapan Ibrahim yang mengatakan,”ketika aku sakit dialah yang menyembuhkan aku” perbuatan ini saja hanya dapat diketahui oleh orang yang mengetahui ilmu obat-obatan dengan sempurna, karna ilmu ini tidak berarti apa-apa selain pengetahuan tentang seluruh aspek penyakit sekaligus gejalanya, juga pengetahuan penyembuhan dan cara-caranya. Di antara perbuatan Allah juga adalah penentuan pengetahuan (manusia)tentang matahari, bulan, dan pengetahuan tentang tingkatan-tingkatannya yang sesuai dengan waktu peredarannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: matahari dan bulan itu berjalan sesuai dengan peredarannya yang pasti, dan dia atur perjalanan bulan itu sehingga kamu dapat belajar bagaimana menghitung tahun dan menentukan waktu…
“makna sesungguhnya gerakan-gerakan matahari dan bulan seuai dengan peredarannya yang pasti, dan esuai dengan gerhana yang terjadi pada keduanya, munculnya malam terhadap siang dan cara yang satu mengitari yang lain, hanya bias diketahui oleh orang yang mengetahui posisi langit dan bumi dan ini sendiri adalah sebuah ilmu ASTRONOMI tidak bisa menceritakan perbuatan Allah dengan terinci sesuai yang ditunjukkan oleh Al-Quran,karna akan menyita waktu yang panjang. Hanya sebuah isyarat kecocokannya saja yang mungkin diberikan di sisni, dan ini telah dilakukan ketika disebutkan bahwa pengetahuan tentang perbuatan Allah itu adalah sebagian dari pengetahuan tentang Allah SWT.

Tidak ada komentar: