DIMENSI KEILMUAN AL-QUR’AN
Kita mendapati lebih dari sepuluh persen ayat-ayat Al-Qur’an merupakan
rujukan-rujukan kepada Fanomena Alam. Termasuk masalah kepentingan
mendasar adalah menyingkap bentuk risalah yang disebut ayat-ayat
keilmuan yang kita dapati, dan bagaimana kita bisa memanfaatkannya.
Mengenai masalah ini ada beberapa pandangan:
Al-Quran Sebagai Sumber Pengetahuan Ilmiah
Dimasa sekarang
kita temukan banyak orang yang mencoba menafsirkan beberapa ayat
Al-Quran dalam sorotan pengetahuan ilmiah Modern. Tujuan utamanya ialah
untuk menunjukkan mukjizat Al-Quran dalam lapangan keilmuan untuk
meyakinkan orang-orang non muslim akan keagungan dan keunikan Al-Quran,
dan untuk menjadikan kaum muslim bangga memiliki kitab yang Agung
seperti itu.
Pandangan yang mengganggap Al-Quran sebagai sumber
seluru pengetahuan bukanlah sesuatu yan g baru, sebab telah kita
ketahui banyak ulama’ besar kaum muslim terdahulu pun berpandangan
demikian. Di antaranya Imam Al-Ghozali. Dalam bukunya Ihya ‘Ulumuddin
belua mengutif kata-kata Ibnu Mas’ud:”jika seseorang ingin memiliki
pengetahuan masa lampau dan pengetahuan modern, selayaknya dia
merenungkan Al-Quran.” Selanjutnya belua menambahkan:”Ringkasannya,
seluruh ilmu tercakup didalam karya-karya dan sifat-sifat Allah, dan
Al-Quran adalah penjelasan esensi sifat-sifat dan perbuatan-Nya. Tidak
ada batasan terhadap ilmu-ilmu ini, dan di dalam Al-Quran terdapat
indikasi pertemuannya(Al-Quran dan ilmu-ilmu).
Dalam bukunya yang
lain jawahir Al-Quran yang ditulis setelah Ihya, lebih jau beliau
mengatakan hal tersebut pada bab: Munculnya Ilmu-ilmu klaik dan Modern
dalam Al-Quran”, beliau mengatakan:
“ perinsip ilmu-ilmu ini, yang
telah kami jelaskan dan yang belum kami spesifikasikan, bukanlah diluar
Al-Quran, karna seluru ilmu ini diraih dari salah satu lautan
pengetahuan-Nya, yaitu lautan karya-Nya. Telah kami sebutkan bahwa
Al-Quran laksana lautan yang tak bertepi, dan bahwa sekiranya lautan itu
menjadi tinta(untuk menjelaskan) kata-kata tuhanku,sungguh lautan itu
akan habis sebelum kata-kata tuhan itu berakhir. Diantara perbuatan
Allah yang (karna keluasaannya dapat di sebut)lautan perbuatannya,
misalnya menyembuhkan dan menimbulkan penyakit, sebagaimana Allah
menceritakan ucapan Ibrahim yang mengatakan,”ketika aku sakit dialah
yang menyembuhkan aku” perbuatan ini saja hanya dapat diketahui oleh
orang yang mengetahui ilmu obat-obatan dengan sempurna, karna ilmu ini
tidak berarti apa-apa selain pengetahuan tentang seluruh aspek penyakit
sekaligus gejalanya, juga pengetahuan penyembuhan dan cara-caranya. Di
antara perbuatan Allah juga adalah penentuan pengetahuan
(manusia)tentang matahari, bulan, dan pengetahuan tentang
tingkatan-tingkatannya yang sesuai dengan waktu peredarannya,
sebagaimana Allah SWT berfirman: matahari dan bulan itu berjalan sesuai
dengan peredarannya yang pasti, dan dia atur perjalanan bulan itu
sehingga kamu dapat belajar bagaimana menghitung tahun dan menentukan
waktu…
“makna sesungguhnya gerakan-gerakan matahari dan bulan seuai
dengan peredarannya yang pasti, dan esuai dengan gerhana yang terjadi
pada keduanya, munculnya malam terhadap siang dan cara yang satu
mengitari yang lain, hanya bias diketahui oleh orang yang mengetahui
posisi langit dan bumi dan ini sendiri adalah sebuah ilmu ASTRONOMI
tidak bisa menceritakan perbuatan Allah dengan terinci sesuai yang
ditunjukkan oleh Al-Quran,karna akan menyita waktu yang panjang. Hanya
sebuah isyarat kecocokannya saja yang mungkin diberikan di sisni, dan
ini telah dilakukan ketika disebutkan bahwa pengetahuan tentang
perbuatan Allah itu adalah sebagian dari pengetahuan tentang Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar