Kemajuan
dan Modernisasi
Pada masa sekarang ini disadari atau tidak, muslim hidup dalam
suatu masa dimana kebudayaan barat telah amat banyak mempengaruhi kehidupan dan
pemikiran umat muslim. Padahal kebudayaan itu sangat banyak tidak sesuai dengan
ajaran islam, bahkan apa yang dilarang oleh agama islam bagi kebudayaan itu
adalah boleh dan dikatakan ciri
kemajuan.
Disamping itu orang-orang islam telah diberpropagandakan oleh
orang-orang yang tidak senang dengan islam sehingga dengan amat giatnya mereka
menganggap bahwa islam itu adalah agama yang sudah tidak cocok lagi untuk zaman
kemajuan ini, islam itu penghambat kemajuan katanya. Dan orang-orang islam
sendiri banyak yang sudah terkena pengaruh propaganda ini, sehingga mereka
merasa tidak modern kalau tidak bersikap atau berlaku seperti orang-orang yang
bertolak belakang dengan syari’at islam.
Jika umat islam melihat fenomena yang terjadi saat ini adalah
perang pemikiran dan konsep berpikir masa kini dalam keadaan kacau balau karena
tidak sedikit hal-hal yang dilarang oleh agama islam juga dilakukan oleh
orang-orang muslim itu sendiri, dengan alasan kemajuan zaman. Dalam kemajuan
zaman saat ini manusia sangat berbangga atas perubahan yang mereka anggap
adalah kebaikan akan tetapi jika umat islam mau menyadari bahwa awal dari
kemajuan zaman yang sangat modern itu adalah pada masa dimana agama islam
mula-mula di sebarkan dan wahyu-wahyu diturunkan dimana islam di turunkan
ditengah-tengah ummat yang berselisi dalam kebodohan padahal beberapa abad
sebelumnya ada masa yang penuh dengan kemajuan,perkembangan dan modernisasi
melalui masa ke masa dimana setiap masa ada rosul-rosul dan para nabi Allah
yang semuanya mengajarkan kepada kebenaran secara tidak langsung banyak
kejadian-kejadian yang diluar nalar manusia bahkan tentang kemodernan itu
sendiri manusia waktu itu tidak menyadarinya bahwa masa itu adalah zaman yang
sangat modern seperti peristiwa pada masa nabi sulaiman A.s sudah ada manusia
yang bisa mengubah dan memindahkan istana ratu balqis keistana nabi sualiman
dalam bentuk yang sudah di renovasi dengan sekejap mata. Sehingga ratu balqis
mengakui kehebatan nabi sulaiman A.s. dan kejadian ini belum ada yang bisa
melakukannya hingga masa kini. Islam bercerita tentang kemajuan dan kemodernan
masa lalu yang mungkin tidak tercatat dalam sejarah karena kata kemajuan dan
kemodernan itu istilah masa kini . kenapa pada masa itu tidak di sebut dengan
sebutan zaman kemajuan dan kemodernan? karena manusia tidak menyadari bahwa
mereka adalah gambaran kemajuan dan kemodernan masa kini . Dengan berbagai
kisah yang lain seperti nabi Nuh A.s. pada masanya beliau sudah bisa membuat
kapal laut dimana manusia tidak mengira hal itu akan terjadi pada masa
sekarang. Nabi musa A.s adalah nabi yang bisa membelah lautan dan berjalan pada
jalan dalam laut bersama pengikutnya dan hal itu terjadi pada masa kini dengan
hadirnya terowongan dalam laut. Nabi Muhammad diangkat oleh Allah dalam
peristiwa isro’ dan mi’raj menggunakan alat transportasi Burok untuk menembus
langis ke tujuh dengan kecepatan yang sangat luar biasa dan peristiwa ini juga
terjadi pada masa sekarang dalam konteks yang berbeda seperti pesawat terbang dan
sejenisnya dengankecepatan masih dibawa rata-rata dari transportasi udara yang
di gunakan oleh Rosulullah saw. Dan pesawat masa kini juga belum bisa mencapai
langit ke tujuh.
Setelah berbagai contoh yang telah terjadi pada masanya maka
peristiwa itu juga tercatat dalam sejarah manusia dan di bukukan dalam Al-Quran
sehingga banyak orang-orang yang pertama membuka lembaran-lembaran sejarah
dengan berbagai penemuan-penemuan yang baru sejumlah besar adalah dari kalangan
orang-orang muslim dan orang-orang yang mempelajari Al-Quran sebagai kitab
petunjuk dan pedoman hidup manusia. kitab Al-Quran adalah salah satu kitab yang
diturunkan Allah kepada Rosulullah Saw yang Agamanya adalah islam.
Islam adalah agama yang di ridhoi oleh Allah dan semua yang telah
terjadi dan yang akan terjadi telah Allah jelaskan dalam kitabnya yaitu
Al-Qur’an. Al-Quran adalah kitab yang di turunkan oleh Allah secara
beransur-ansur yang di dalamnya banyak terdapat kisah-kisah atau sejarah
mengenai peristiwa, masalah,bencana, balasan,penegasan,perumpamaan dan seluruh
aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, sosial, dan politik . dalam hal kemodernan
dan kemajuan sebenarnya banyak para ilmuan yang terlahir dari islam seperti:
Jafar Muhammad bin Musa bin Shakir Banu Musa,
(800 – 873), adalah seorang astronom dan matematikawan dari Baghdad,
Ibnu Ismail Aljazari penemu Robotika Modern,
Dan Abu Bakar Ar Razi (935); membagi zat kimia ke
dalam kategori mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia) jauh sebelum
Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia komplek.
Hal
ini tentu adalah kemajuan pada awal-awal munculnya zaman modern sedangkan
mereka yang merintis kemodernan tersebut sempat terlupakan dikarenakan banyak
orang-orang non muslim mempelajari buku-buku karya ilmuan muslim dan mengaku
bahwah itu adalah karya mereka padahal tidak demikian sehingga posisi mereka
seolah menggantikan peran cendikiawan muslim yang terkenal pada masanya hal ini
terjadi karena pada perang salip orang-orang islam dapat dikalahkan oleh
politik sehingga membuat oarang-oarang islam menjadi minoritas di Eropa dan
buku-buku hasil riset penemuan muslim di bawa ke Eropa dan di pelajari oleh
orang-orang non muslim sehingga banyak yang menguasai dan menikmati hasil dari
riset dan penemuan muslim itu adalah kalangan minoritas muslim dan mayoritas
dari kalangan non muslim.
Bukti-bukti
Kemajuan Ilmuwan Muslim
Telah
berabad abad lamanya kemajuan keilmuwan muslim mengguncangkan dunia hal ini
terlihat ketika banyaknya jumlah umat islam menjadi cendikiawan pada masa. Dan
para cendikiawan muslim rata-rata mereka mempelajari Al-Quran bukan sebatas
hafalan atau terjemahan lebih dari itu mereka mengupasnya dan mengadakan riset
penelitian tentang penjelasan Ayat-ayat Al-Quran dan dari penafsiran Ayat-ayat
Al-Quran inilah mereka menjadi para cendikiawan. Hal ini tentu dapat memberikan
sugesti kepada kita akan keilmuan Al-Quran dan kemajuan keilmuan muslim tidak
terlepas dari penjelasan Al-Quran terbukti beberapa cendikiawan muslim yang
populer dengan karyanya rata-rata penghafal Al-Qur’an. Ilmuwan-ilmuan itu
adalah orang-orang yang mengkaji dan mempelajari ayat-ayat Al-Quran seperti:
Ibnu Ismail Al-Jazari
Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern. Al Jazari
mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari
dikenal sebagai mesin robot. Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang
begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk
mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill) begitua pengakuan
Donald Hill atas kerya Ilmuwan Muslim yaitu Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz
al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat
temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat
ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable
automation, dan banyak lagi.
Ibnu Rusyd (Ibnu Rusydi)
Dalam bahasa Latin Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol
(Andalusia). Dia lahir tahun 1126 – Marrakesh, Maroko, dan meninggal 10
Desember 1198). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan
fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya
Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga
kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada. Filsafat Ibnu Rusyd ada
dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad
pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.
Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan
ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai
“Kadi” (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai
Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi
filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas
Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah
kedokteran dan masalah hukum.
Ibnu
Khuradadhbih (abad 9)
Ibnu Khuradadhbih hidup pad abad ke-9 dengan karyanya geografi
tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri China,
Korea dan Jepang.
Imam Hanafi
Nama lengkapnya
adalah An Nukman bin Tsabit. Lahir tahun 700 M di Kufah, Irak. Ajarannya dalam
ilmu fiqih adalah selalu berpegang pada Al-Qur’an dan hadis. Beliau tidak
menghendaki adanya taklid dan bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an
dan hadis. Dalam menetapkan hukum fiqih beliau bersumber pada Al Qur’an, hadis,
qiyas dan ihtisan.
Imam Maliki.
Nama
lengkapnya adalah Abu Abdillah Malik bin Annas. Beliau lahir di Madinah tahun
716 M. Beliau merupakan ulama besar di kawasan Arab. Dalam menetapkan ilmu fiqih,
beliau berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma sahabat, dan kemaslahatan urf
(adat) penduduk Madinah. Buku karangannya diantaranya adalah Al Muwaththa. Imam
Maliki ini adalah guru Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i
Nama
lengkapnya adalah Muhammad Ibnu Idris bin Abbas bin Usman Asy Syafi’i. Beliau
dilahirkan di Palestina tahun 767 M. Menurut riwayat, beliau telah mahir
membaca dan menulis Arab pada usia 5 tahun. Pada usia 9 tahun, beliau telah
hafal Al Quran 30 juz. Pada usia 10 tahun, beliau sudah menghafal hadis yang
terdapat dalam kitab Al Muwaththa karya Imam Malik. Di usianya yang 15 tahun,
beliau lulus dalam spesialisasi hadis dari gurunya Imam Sufyan bin Uyaina,
sehingga beliau diberi kepercayaan untuk mengajar dan memberi fatwa kepada
masyarakat dan menjadi guru besar di Masjidil Haram, Mekah. Dalam menetapkan
ilmu fiqih, Imam Syafi’i berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma’ dan qiyas.
Buku karangan Imam Syafi’i adalah Ar Risalah dan Al ‘Um. Ajaran Imam Syafi’i
terkenal dengan Mazhab Syafi’i yang banyak dianut oleh umat Islam di Indonesia,
Asia Tenggara, Mesir, Baghdad, dan negara lainnya.
Imam Hambali
Nama
lengkapnya adalah Ahmad bin Hambal Asy Syaibani. Beliau lahir di Baghdad tahun
855 M. Ajarannya terkenal dengan nama Mazhab Hambali. Dalam menetapkan hukum
fiqih, Imam Hambali berpedoman pada Al Qur’an, hadis, dan fatwa para sahabat.
Imam Ghazali
Nama
lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. Beliau lahir di
Iran tahun 1058 M. Beliau tokoh yang terkenal dalam bidang ilmu tafsir, ilmu fiqih,
ilmu filsafat, dan ilmu akhlak. Karena keluasan ilmunya, beliau mendapat gelar
Hujjatul Islam. Karya beliau diantaranya adalah Tahafut Al Falasifah, Huluqul
Muslim, dan yang terkenal adalah Ihya’ Ulumuddin.
Al Mas’udi
Menerbitkan
ensiklopedi geografi yang membahas gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar
laut mati, evolusi geologi (jauh sebelum Maghelan dan Weber).
Al Idris (1154)
Ahli peta
bumi, membuat peta bumi dan globe dengan dilengkapi penjelasan penggunaan
kompas.
Yaqut Hawami (1229)
Membuat kamus
geografi pertama berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal
dan berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan sifatnya,
geografi matematika dan politik.
Abu Al-Nasr Al-Farabi
atau dikenali sebagai Al-Pharabius
Di dunia barat
merupakan salah seorang pakar sains dan ahli falsafah Islam yang hebat di dalam
dunia Islam pada ketika itu,beliau hidup antara tahun 870 – 950. Dia berasal
dari Farab, Kazakhstan.
Ibnu Abdus Salam (abad
13)
Merumuskan
pertama kali tentang hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.
Safiuddin (1294)
Memperkenalkan
teori musik.
Al Mawsili (850)
Ahli musik
klasik dan oleh muridnya musisi ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol thn 822,
pengembangan notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan
rumpun alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik
gesek, musik keroncong dan morisko.
Nur Al-Din Ibn Ishaq
Al-Bitruji (1204) dikenali sebagai Alpetragius)
Di dunia barat
merupakan salah seorang ahli sains Islam.
Muhammad Abduh (Delta
Nil, 1849 – Alexandria, 11 Juli 1905 )
Muhammad Abduh
adalah seorang pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu penggagas gerakan
modernisme Islam. Beliau belajar tentang filsafat dan logika di Universitas
Al-Azhar, Kairo, dan juga murid dari Jamal al-Din al-Afghani, seorang filsuf
dan pembaharu yang mengusung gerakan Pan-Islamisme untuk menentang penjajahan
Eropa di negara-negara Asia dan Afrika. Muhammad Abduh diasingkan dari Mesir
selama enam tahun pada 1882, karena keterlibatannya dalam Pemberontakan Urabi.
Di Libanon, Abduh sempat giat dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam. Pada
tahun 1884, ia pindah ke Paris, dan bersalam al-Afghani menerbitkan jurnal
Islam The Firmest Bond. Salah satu karya Abduh yang terkenal adalah buku
berjudul Risalah at-Tawhid yang diterbitkan pada tahun 1897.
Itulah beberapa ilmuwan muslim beserta bidang-bidang keilmuwannya dan masih
banyak lagi ilmuan-ilmuan muslim yang lain belum dapat saya tuliskan dalam
tulisan saya ini. Dengan beberapa Ilmuwan muslim yang telah saya tuliskan ini
semoga dapat membuat kita sebagai ummat muslim lebih yakin akan kemajuan dan
perkembangan masa kini adalah karya-karya para cendikiawan muslim yang di salah
gunakan oleh banyak orang.
PosisI
ilmu dalam Islam
Mengenai
tentang ilmu disebutkan dalam buku Filsafat sains menurut Al-Quran yang
merupakan buku terjemahan dari buku The Holly Quran and The sciences Of nature
karya Dr. Mahdi Ghulsyani bahwa sadr Al-Din Syirazi ( Mulla Shadra ), dalam
komentarnya atas Ushul Al-Kafi, tidak sepakat dengan Al-Ghazali bahwa ilmu yang
wajib bagi seorang muslim terbatas pada masalah-masalah praktek ritual
(‘ibadah) dan mu’amalah. Dalam pandangannya belajar “ilmu agama” seperti
(tauhid, sifat-sifat Allah, dan sebagainya) dan ilmu-limu kemanusiaan seperti
(watak-watak,kesenangan-kesenangan, dan penderitaan-penderitaan jiwa) juga
wajib bagi mayoritas manusia. Salah satu masalah yang dibahas oleh Shadr
syirazi dalam komentarnya terhadap ushul Al-Kafi sehubungan dengan hadist : “
Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” Kata “ilm” (pengetahuan[knowlage) atau
sains (science) seperti juga kata “eksistensi” (wujud) mempunyai rangkaian
makna yang luas yang berbeda dari sudut pandang kekuatan atau kelemahan kesempurnaan atau kecacatan. Makna generik
kata ini meencakup keseluruhan spektrum arti yang digunakan didalam unnah nabi.
Arti luas kata “ilm” ini biasanya digunakan dengan makna-maknanya yang
bervariasi. Sehubungan dengan itu, hadist ini bermaksud untuk menetapkan bahwa
dapa tingkat ilmu apapun seseorang harus berjuang untuk mengembangkannya lebih
jauh. Nabi bermaksud bahwa mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim: bagi para
ilmuwan , juga bagi mereka yang tidak mengetahui baik permula maupun bagi
serjana terdidik. Apa pun tingkat ilmu yang dapay dicapainya, ia seperti anak
kecil yang berangkat dewasa: artinya ia harus mempelajari hal-hal yang
sebelumnya tak wajib baginya.
Dalam
islam manusia sangat dianjurkan untuk mencari ilmu dan Allah akan mengangkat
derajat ornga-orang yang berilmu beberapa derajat sebagaimana Firman Allah :
Allah
akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi
ilmu beberapa derajat dan Allah mahateliti apa yang kamu kerjakan (
Al-Mujadalah : 11 )
Dari
ayat ini nyatalah bahwa kedudukan ilmu sangat lah penting bagi manusia. Dan
keilmuan dalam islam bukan hanya terbatas pada membaca tetapi jauh lebih dari
itu yaitu meneliti dan memikirkannya menggiring menuju ketauhidan atau
keyakinan kepada Allah Swt. sehingga dapat membuka tabir keilmuan yang
sesungguhnya telah ada dalam Al-Quran. Awal keilmuan itu bermuara dengan membaca sejak awal turunnya Al-Quran
pertama kali ayat yang diturunkan kepada Rorulullah di Gua hiro adalah perintah
untuk membaca sebagimana firman Allah dalam surat Al-‘Alaq yang artinya :
Bacalah
dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan ( Al-‘Alaq : 1 )
Bila
dikaji kembali dari ayat ini maka manusia itu tidaklah memiliki karya
sedikitpun dimata tuhan dan ayat ini mengisyaratkan manusia itu lemah,tidak
mengetahui apa-apa tanpa membaca dan semua yang dilakukan oleh manusia tidak
sedikitpun terlepas dari pengawasan Allah. Manusia hanya bisa menghafal dan
memahami bukan menciptakan karena manusia itu hanya meniru ciptaan dan semua
yang dilakukannya tidak kunjung sempurna karena yang maha sempurna itu adalah
Allah Swt. Kenapa Allah menyuruh manusia membaca dalam ayat ini? Karena semua
yang akan dilakukan oleh manusia adalah mencari dan menemukan bukan menciptakan
dan semua yang akan dilakuakan manusia itu telah terterah dalam laumahfudz
sehingga yang telah terjadi maupun yang akan terjadi telah tertuliskan dalam
petunjuk dan pedoman hidup umat islam yaitu Kitab Al-Quran.
Jika
umat islam mau merenungi dan mau mempelajari Al-Quran maka sungguh Al-Quran itu
adalah lautan ilmu dalam berbagai ilmu pengetahuan seperti ilmu alam, Kimia,
Sains, matematika, biologi dan semua ilmu-ilmu yang menunjang kemodernan masa
kini juga terdapat dalam Al-Quran.