Rabu, 19 Februari 2014

Cerpen"karya Dersa.


Cinta diawal Senja

       Aku ingin membuatmu bahagia pada hari penantian yang sangat spesial itu di tangah sinar mentari yang cerah cahaya,aku langkahkan kaki ini menuju rumah cinta yang penuh keanggunan dan keindahan. kau tersenyum manis memberikan eksistensi cinta nan membahana, Alam menjadi indah,langit membiru memberikan leluasa bagi kita untuk memadu cinta yang telah lama hilang lalu bersemi kembali, dan awanpun tampak memutih memberikan ketulusan pada cinta yang tersemai. hari menampakkan kegembiraan dengan pancaran sinar mentari yang berseri. 
         

         Aku kirimkan sepucuk surat cinta untukmu yang telah lama berada di penantian cinta pada senja. aku katakan "aku ingin pulang menemui dirimu yang sedang menunggu cinta ini pada ujung senja" kata ini aku katakan padamu dalam surat yang kulayangkan bersama merpati putih itu agar kau tahu bahwa aku sangat merindukan cintamu yang tulus dan membahana.
     

         Dalam sujudku berdo'a agar kau baik-baik saja. mekipun aku tak ada, kau bisa menjaga kehormatanmu dan aku akan segera pulang jika ku usai laksana tugas suci pada yang maha cinta. akupun berharap kau menjadi istri yang sholehah dan memberikan cinta yang halal pada jiwa yang tenang dan penenang dalam hidupku.







Minggu, 16 Februari 2014

artikel : Dersa subarta



Bukti-bukti Kemajuan Ilmuwan Muslim
oleh: Dersa subarta
Telah berabad abad lamanya kemajuan keilmuwan muslim mengguncangkan dunia hal ini terlihat ketika banyaknya jumlah umat islam menjadi cendikiawan pada masa. Dan para cendikiawan muslim rata-rata mereka mempelajari Al-Quran bukan sebatas hafalan atau terjemahan lebih dari itu mereka mengupasnya dan mengadakan riset penelitian tentang penjelasan Ayat-ayat Al-Quran dan dari penafsiran Ayat-ayat Al-Quran inilah mereka menjadi para cendikiawan. Hal ini tentu dapat memberikan sugesti kepada kita akan keilmuan Al-Quran dan kemajuan keilmuan muslim tidak terlepas dari penjelasan Al-Quran terbukti beberapa cendikiawan muslim yang populer dengan karyanya rata-rata penghafal Al-Qur’an. Ilmuwan-ilmuan itu adalah orang-orang yang mengkaji dan mempelajari ayat-ayat Al-Quran seperti:

Ibnu Ismail Al-Jazari 
Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika Modern. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin” (Donald Hill) begitua pengakuan Donald Hill atas kerya Ilmuwan Muslim yaitu Ibnu Ismail Ibnu Al-Razzaz al-Jazari mendapat julukan sebagai Bapak Modern Engineering berkat temuan-temuannya yang banyak mempengaruhi rancangan mesin-mesin modern saat ini, diantaranya combustion engine, crankshaft, suction pump, programmable automation, dan banyak lagi.

Ibnu Rusyd (Ibnu Rusydi)
Dalam bahasa Latin Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia). Dia lahir tahun 1126 – Marrakesh, Maroko, dan meninggal 10 Desember 1198). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada. Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya. Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai “Kadi” (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.
Ibnu Khuradadhbih (abad 9)
Ibnu Khuradadhbih hidup pad abad ke-9 dengan karyanya geografi tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri China, Korea dan Jepang.
Imam Hanafi
Nama lengkapnya adalah An Nukman bin Tsabit. Lahir tahun 700 M di Kufah, Irak. Ajarannya dalam ilmu fiqih adalah selalu berpegang pada Al-Qur’an dan hadis. Beliau tidak menghendaki adanya taklid dan bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an dan hadis. Dalam menetapkan hukum fiqih beliau bersumber pada Al Qur’an, hadis, qiyas dan ihtisan.
Imam Maliki.
Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Malik bin Annas. Beliau lahir di Madinah tahun 716 M. Beliau merupakan ulama besar di kawasan Arab. Dalam menetapkan ilmu fiqih, beliau berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma sahabat, dan kemaslahatan urf (adat) penduduk Madinah. Buku karangannya diantaranya adalah Al Muwaththa. Imam Maliki ini adalah guru Imam Syafi’i.
Imam Syafi’i
Nama lengkapnya adalah Muhammad Ibnu Idris bin Abbas bin Usman Asy Syafi’i. Beliau dilahirkan di Palestina tahun 767 M. Menurut riwayat, beliau telah mahir membaca dan menulis Arab pada usia 5 tahun. Pada usia 9 tahun, beliau telah hafal Al Quran 30 juz. Pada usia 10 tahun, beliau sudah menghafal hadis yang terdapat dalam kitab Al Muwaththa karya Imam Malik. Di usianya yang 15 tahun, beliau lulus dalam spesialisasi hadis dari gurunya Imam Sufyan bin Uyaina, sehingga beliau diberi kepercayaan untuk mengajar dan memberi fatwa kepada masyarakat dan menjadi guru besar di Masjidil Haram, Mekah. Dalam menetapkan ilmu fiqih, Imam Syafi’i berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma’ dan qiyas. Buku karangan Imam Syafi’i adalah Ar Risalah dan Al ‘Um. Ajaran Imam Syafi’i terkenal dengan Mazhab Syafi’i yang banyak dianut oleh umat Islam di Indonesia, Asia Tenggara, Mesir, Baghdad, dan negara lainnya.
Imam Hambali
Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Hambal Asy Syaibani. Beliau lahir di Baghdad tahun 855 M. Ajarannya terkenal dengan nama Mazhab Hambali. Dalam menetapkan hukum fiqih, Imam Hambali berpedoman pada Al Qur’an, hadis, dan fatwa para sahabat.
Imam Ghazali
Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali. Beliau lahir di Iran tahun 1058 M. Beliau tokoh yang terkenal dalam bidang ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu filsafat, dan ilmu akhlak. Karena keluasan ilmunya, beliau mendapat gelar Hujjatul Islam. Karya beliau diantaranya adalah Tahafut Al Falasifah, Huluqul Muslim, dan yang terkenal adalah Ihya’ Ulumuddin.
Al Mas’udi 
Menerbitkan ensiklopedi geografi yang membahas gempa bumi, formasi geologis, sifat dasar laut mati, evolusi geologi (jauh sebelum Maghelan dan Weber).
Al Idris (1154)
Ahli peta bumi, membuat peta bumi dan globe dengan dilengkapi penjelasan penggunaan kompas.
Yaqut Hawami (1229)
Membuat kamus geografi pertama berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat yang dikenal dan berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan sifatnya, geografi matematika dan politik.
Abu Al-Nasr Al-Farabi atau dikenali sebagai Al-Pharabius
Di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains dan ahli falsafah Islam yang hebat di dalam dunia Islam pada ketika itu,beliau hidup antara tahun 870 – 950. Dia berasal dari Farab, Kazakhstan.
Ibnu Abdus Salam (abad 13)
Merumuskan pertama kali tentang hak-hak perlindungan binatang atau konservasi hewani.
Safiuddin (1294)
Memperkenalkan teori musik.
Al Mawsili (850)
Ahli musik klasik dan oleh muridnya musisi ulung Ziryab memperkenalkan ke Spanyol thn 822, pengembangan notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi, pengembangan rumpun alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat musik gesek, musik keroncong dan morisko.
Nur Al-Din Ibn Ishaq Al-Bitruji (1204)  dikenali sebagai Alpetragius)
Di dunia barat merupakan salah seorang ahli sains Islam.
Muhammad Abduh (Delta Nil, 1849 – Alexandria, 11 Juli 1905 )
Muhammad Abduh adalah seorang pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu penggagas gerakan modernisme Islam. Beliau belajar tentang filsafat dan logika di Universitas Al-Azhar, Kairo, dan juga murid dari Jamal al-Din al-Afghani, seorang filsuf dan pembaharu yang mengusung gerakan Pan-Islamisme untuk menentang penjajahan Eropa di negara-negara Asia dan Afrika. Muhammad Abduh diasingkan dari Mesir selama enam tahun pada 1882, karena keterlibatannya dalam Pemberontakan Urabi. Di Libanon, Abduh sempat giat dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam. Pada tahun 1884, ia pindah ke Paris, dan bersalam al-Afghani menerbitkan jurnal Islam The Firmest Bond. Salah satu karya Abduh yang terkenal adalah buku berjudul Risalah at-Tawhid yang diterbitkan pada tahun 1897.
Itulah beberapa ilmuwan muslim beserta bidang-bidang keilmuwannya dan masih banyak lagi ilmuan-ilmuan muslim yang lain belum dapat saya tuliskan dalam tulisan saya ini. Dengan beberapa Ilmuwan muslim yang telah saya tuliskan ini semoga dapat membuat kita sebagai ummat muslim lebih yakin akan kemajuan dan perkembangan masa kini adalah karya-karya para cendikiawan muslim yang di salah gunakan oleh banyak orang.

Penulis mahasiswa STAIS-BS lubuklinggau
akrab di panggil dersa nama lengkapnya dersa subarta Alumni MA Darul ishlah  dan SMP-IT Al-Azhaar

Jumat, 14 Februari 2014

"Raja di atas kertas"

Raja diatas Kertas


pagi yang begitu cerah cahaya mentari yang senantiasa menyinari membuat hati berseri dalam kesendirian. Entah apa membuatku merasa sendiri lagi? Tak tahan rasanya ingin kutulis tentang kesendirian itu dan berbicara semauku melepaskan kekesalan,kemarahan,dan menampakkan sesuatu yang ada dalam pikiran saat ini karna Saya adalah Raja diatas kertas putih.

Minggu, 09 Februari 2014

HIDAYAH



HIDAYAH



1. Pengertian Hidayah
Kata Hidayah adalah dari bahasa Arab atau bahasa Al-Qur’an yang telah menjadi bahasa Indonesia. Akar katanya ialah : hadaa, yahdii, hadyan, hudan, hidyatan, hidaayatan. Khusus yang terakhir, kata hidaayatan kalau wakaf (berhenti) di baca : Hidayah, nyaris seperti ucapan bahasa Indonesia. Hidayah secara bahasa berarti petunjuk. Lawan katanya adalah : “Dholalah” yang berarti “kesesatan”. Secara istilah (terminologi), Hidayah ialah penjelasan dan petunjuk jalan yang akan menyampaikan kepada tujuan sehingga meraih kemenangan di sisi Allah. Allah berfirman yang artinya:
“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan Pencipta mereka, dan (sebab itu) merekalah orang-orang yang beruntung (sukses)” (Q.S. Al-Baqarah: 5)
2. Macam-Macam Hidayah
Para Ulama besar Islam telah menjelaskan dengan rinci dan mendalam perihal Hidayah, khususnya yang diambil dari Al-Qur’an seperti yang ditulis oleh Al-Balkhi dalam bukunya “Al-Asybah wa An-Nazho-ir”, Yahya Ibnu Salam dalam bukunya“At-Tashoriif”,As-Suyuthi dalam bukunya “Al-Itqon” dan Ibnul Qoyyim Al-Jawzi dalam bukunya “Nuzhatu Al-A’yun An-Nawazhir”.
Hidayah/Hudan Dalam Al-Qur’an tercantum sekitar 171 ayat dan terdapat pula dalam 52 Hadits. Sedangkan pengertian Hidayah / Hudan dalam Al-Qur’an dan Hadits terdapat sekitar 27 makna. Di antaranya bermakna : penjelasan, agama Islam, Iman (keyakinan), seruan, pengetahuan, perintah, lurus/cerdas, rasul /kitab, Al-Qur’an, Taurat, taufiq/ketepatan, menegakkan argumentasi, Tauhid/ mengesakan Allah, Sunnah/Jalan, perbaikan, ilham/insting, kemampuan menilai, pengajaran, karunia, mendorong, mati dalam Islam, pahala, mengingatkan, benar dan kokoh/konsisten.
Dari 27 pengertian tersebut, sesungguhnya Hidayah secara umum, terbagi menjadi empat bagian utama, yaitu:
a. Hidayah I’tiqodiyah Petunjuk Terkait Keyakinan Hidup
Allah berfirman, yang artinya:
                                                                             
“Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk (keyakinan hidup), maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong”. (Q.S. An-Nahl : 37)
dan Allah juga berfirman, yang artinya:
“Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firaun yang menyembunyikan imannya berkata: “Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhan Penciptaku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhan Penciptamu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan (tetapi) jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk (hidayah) kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta (penolak kebenaran yang datang dari-Nya)”. (Q.S. Al-Mu’min: 28)
b. Hidayah Thoriqiyah
Petunjuk Terkait Jalan Hidup, yakni Islam yang didasari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw
seperti firman Allah, yang artinya:
“Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus (Islam)”. (Q.S. Al-Hajj: 67)
atau seperti firman Allah, yang artinya:
“Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk (Islam Al-Qur’an) kepada mereka dari Tuhan mereka”. (Q.S. Annajm: 23)
c. Hidayah ‘Amaliyah  
Petunjuk Terkait Aktivitas Hidup
seperti firman Allah, yang artinya:
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Ankabut: 69)
d. Hidayah Fithriyah
Hidayah Fithriyah ini terkait dengan kecenderungan alami yang Allah tanamkan dalam diri manusia untuk meyakini Tuhan Pencipta, mentauhidkan-Nya dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri mereka. Realisasinya tergantung atas pilihan dan keinginan mereka sendiri. Sumbernya adalah Qalb (hati nurani) dan akal fikiran yang masih bersih (fithriyah) sebagaimana yang dialami oleh Nabi Ibrahim. Allah menjelaskan dalam firmannya:
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”. (Q.S. Al-An’am: 77)

Jumat, 07 Februari 2014

Puisi "Menuang cinta melepas kerinduan"


Menuang cinta melepas kerinduan


Oleh : Dersa Subarta
kata-kata kasih dan sayangmu membuat aku tak bisa mengelakkan untuk pergi jauh darimu..
memanggil-manggil jiwa yang telah jauh darimu
mengingatkan pada tawa canda yang dulu
kata kangen yang terlontar dari mulut ini mengisyaratkan akan pertemuan
dengan kerinduan yang tiada bertepi membuat kita berjumpa lagi
menki tau tak eindah dulu dan tak menawan lagi...
tetap
tetap kau yang ku rindu...
meski kita sudah tak sejalan tapi tetap satu tujuan..

hari demi hari hari ter lewati dengan segala perubahan
biarkan...
biarkanlah cinta ini tumbuh berbunga kerinduan dan berbuah keindahan..
biarkalah ia pergi dengan berjuta perbedaan dan per debatan karna itu adalah seni keindahan..
biarlah ia menyebut namamu sepanjang masa
meski tak sama tapi kita tetap saudara..

biarlah cinta ini tumbuh dengans segala keindahan..
dan bersujud dihadapanmu setelah perpisahan
menuang cinta melepas kerinduan..