Senin, 20 Januari 2014

PUISI "Surat cinta untukmu" oLeh: Dersa subarta


Surat cinta untukmu

oLeh: Dersa subarta

Aku tuliskan sebuah surat cinta untukmu di hatiku
Karna hasrat, keinginan , dan anganku untuk bersamamu
Menjadi jembatan surat cinta untukmu
Meski tertati-tati terhempas badai
Tetep…tetap akanku sampaikan surat cinta untuk mu ini

Meski terkadang air mata membasahi surat cinta untukmu
Tapi tak sedikitpun mengurangi angan
untuk menyampaikan isi hati ini pada surat cinta untukmu

Tak jarang rembulan datang menggoda
menepis janji-janji agar aku tak lagi merindukanmu
tapi aku tak peduli

Terukir dalam surat cinta untukmu
tentang kerinduan yang tiada bertepi
meski perih yang menyayat di hati dalam perjalanan surat cinta ini
tetapku biarkan hati ini bicara padamu
tentang impian, hasrat, dan kerinduan
agar menaklukkan keegohanku…

tersirat dalam surat cinta untukmu tentang kata-kata
jikalau suatu saat nanti kita kehilangan jejak
aku ingin kehilangan itu karna peristiwa
saat tuhan mengambil ruh dari ragamu atau aku yang di panggilnya

surat cinta untukmu
melukiskan senyumanmu di hati ini
adalah peristiwa terindah
saat mata hari tersenyum menyaksikan cinta kita…

OPINI, Dalam Kacamata Alumni (Reuni Akbar) Oleh : Dersa Subarta


Dalam Kacamata Alumni (Reuni Akbar)

Oleh : Dersa Subarta
Sudah bertahun-tahun lamanya perpisahan antara guru-guru dan para murid hal ini mungkin saja menimbulkan rasa rindu atau biasa yang kita sebut kangen. Setiap teman-teman akan merindukan suasana yang sama seperti yang mereka lalui pada masa sekolah tapi perlu kita ketahui masa sekarang tidak sama dengan masa lalu sebab zaman itu terus berkembang dengan berbagai hal-hal atau penemuan yang baru. Coba kita lihat acara yang termuat pada reuni biasanya kumpul-kumpul dan temu kangen.
Kita sering kali bisa mengucapkan kata rindu tapi kita tidak bisa memaknai kerinduan itu sendiri. Sering kali kita berpapasan dengan teman-teman yang satu sekolahan ataupun guru-guru pada hari-hari biasa tapi tidak kelihatan bahwa kita memiliki suatu ikatan yaitu satu Almamater.
Bukankah hal ini sangat memilukan dan memalukan sebagai saudara terutama sesama muslim apalagi satu Almamater. Kenapa dikatakan sangat memiluhkan Karena banyak dari teman-teman yang merasa diabaikan ketika mereka berkunjung pada sekolahannya, sedangkan mereka adalah buah karya sekolah tersebut.
Dan kenapa dikatakan memalukan? Karena yang menjadi harapan dan dikenal sudah tidak lagi seperti yang dibayangkan, persatuan dan kesatuan antara Alumni sudah hilang. Suatu lembaga atau seorang pimpinan biasanya mengingat-ingat sosok seorang murid yang baik serta membangga-banggakannya dan tidak peduli pada sosok murid yang tidak disenangi atau sering kali berbuat ulah. Hal ini dapat membuat seseorang hilang rasa memiliki terhadap Almamaternya dan ia lebih senang pada pola hidupnya sendiri. Padahal salah satu penunjang popularitas kemajuan suatu lembaga terletak pada kebanggaan Alumni terhadap Almamaternya.
 Kembali pada reuni yang akan di selenggarakan di pondok pesantren Al-Azhaar pada hari sabtu 9 februari 2014 merupakan reuni pertama yang mungkin akan meninggalkan kesan yang baik atau mungkin juga kesan yang buruk.  Mungkin Alumni akan bangga dengan gedung yang sudah begitu baik dan fasilitas yang begitu canggi,hal itu tentu jauh berbeda dengan apa yang mereka lewati. Perubahan itu tentu saja akan terjadi pada suatu lembaga. Alumni berharap perubahan itu terjadi karena kemajuan dan perkembangan yang mampu membuat para santri lebih Aktif, kreatif, dan Inovatif. Dan para Alumni sangat mendukung jika ada kemajuan yang positif pada perkembangan pesantren tempat mereka menuntut ilmu dan tentu saja akan bertolak belakang jika kemajuan dan perubahan itu membuat para santri atau penerus Alumni kebobrokan nilai-nilai yang terkandung pada Akhlak dan keilmuan mereka. Pondok pesantren berbasis virtual ini tentu saja memiki perubahan yang sangat segnifikan dan memiliki berbagai kemajuan jika hal ini benar-benar digunakan sesuai dengan fungsinya.
Penulis melihat perkembangan santriwan dan santriwati pada era virtual ini tentu dengan mengamatan yang berulang-ulang untuk memastikan manfaat dan modhoratnya. Manfaat yang terlihat pada saat ini adalah kemajuan pengetahuan santri pad dunia maya khusus pada akun social seperti facebook dan kemunduran nya adalah hilangnya budaya mandiri dalam mencari ilmu.
kebanyakan para santri yang keluyuran di dunia maya hal ini membuat para alumni lebih kenal dengan generasi penerusnya tapi jika penulis amati banyak sekali waktu yang terbuang dan tidak efesien jika kita ingin membentuk karakter yang baik pada santri sebab pada dunia maya penulis menemukan beberapa orang santri yang menggunakan akun bukan pada fungsi yang diinginkan lembaga. Apa ini yang dimaksud dengan pesantren berbasis virtual? Hal ini kelihatan kurang bermanfaat jika media social di gunakan untuk santri mencurahkan hasratnya pada seseorang yang sering kita sebut cinta oleh sebab itu jika hal ini kita biarkan tanpa solusi yang tepat dari teman-teman dan para guru maka akan menjadi bomerang.
Salah satu solusi tentu saja pengentrolan para guru terhadap media social yang sangat berpengaruh bagi kualitas seorang santri.
Reuni akbar adalah momen yang tepat untuk menyampaikan masukan dan saran karena Salah satu tujuan reuni akbar ini merajut kembali tali silaturrahim antar Alumni, para ustadz dan ustadzah, dan santriwan dan santriwati. Memperkokoh kembali rasa persaudaraan, memupuk kembali rasa kekeluargaan dan membangkit rasa solidaritas serta membentuk persatuan dan kesatuan Alumni dan seluru yang memiliki hubungan dengan lembaga tersebut.
Keberadaan Alumni pada reuni akbar bukanlah semata-mata untuk ketemu kangen dan melepaskan kerinduan tapi reuni ini harus kita jadikan sebuah media pelantara untuk menyampaikan berbagai masukan dan saran pada Almamater tercinta. Yang menjadi pertanyaan “apakah lembaga dan sipitas akademika mampu mendengar dan mewujudkan masukan-masukan dari para Alumni?” sebab sering kali masukan-masukan terabaikan karena masukan itu dianggap kurang sejalan, perlu di ketahui bahwa perbedaan itu karena ada. Yang menjadi PR  bagaimana menjadikan perbedaan itu suatu kekuatan besar bagi kemajuan pondok sesuai selogan Kota Lubuklinggau tempat lokasi pesantren Al-Azhaar yaitu “mewujudkan lubuklinggau yang madani”.
Melihat respon para Alumni sangat mendukung jika diadakan Reuni Akbar tapi bisakah momentum ini menjadi awal kemajuan bagi pesantren Al-Azhaar dan memberi manfaat bagi pondok pesantren dan para alumni serta menjadi solusi bagi pimpinan pondok dan para ustadz dan ustadzah.
·         Penulis adalah Alumni Pondok pesantren Al-Azhaar tahun 2012
·         Penulis adalah Alumni Smp-It Al-Azhaar dan MA Darul Ishlah
·         Penulis pernah menjadi Banansa dan Bapena (IKSAL)
·         Penulis pernah menjadi Anggota dan pengurus JET KUN DO Sasana Al-Azhaar