Senin, 07 April 2014

cerpen belum selesai


Mubasyaroh Cinta
Kala itu aku berjalan mencari keindahan cinta yang membuatku semakin penasaran akan keagungan rindu dalam hasrat jiwa yang menyepi. Aku katakan cinta padamu yang tulus tersenyum manis dihadapanku menebar bunga asmara cinta. Di tengah-tengah kabut pagi kau datang menemuiku dengan senyuman manis dan menyapa dengan siulan merdumu lalu burung-burungpun berkicau ceriah melihat kau denganku bermesra ria. Akupun menjadi sangat bahagia sekali, tak tahan rasanya inginku dekatkan tubuh ini agar tampak jelas di matamu. Wajah mu begitu indah yang menampakkan keanggunan cinta dan berbayangkan kerinduan yang tiada menepi. “Akankah kau jelaskan cinta padaku?” Pertanyaan ini aku lontarkan padamu agar kau tau bahwa aku mencintaimu dengan penuh kasih dan sayang yang begitu tulus dan penuh harapan yang begitu besar.
Lalu kau diam membisu sejenak membuatku penasaran dan dak dik duk dihatiku menanti jawaban dari lubuk hatimu yang mungkin membingungkan bagiku, karna itu sangat berpengaruh pada perasaan hati yang tengah suka dan dilanda cinta yang membahana. Berlahan kau gerakkan bibir indahmu dengan perkataan yang sopan dan lembut menjelaskan bait-bait cinta dengan perasaan malu-malu tapi mau memungkas kata cinta itu bersama senyuman yang menawan pada wajah ceriamu.”baiklah akanku jelaskan cinta itu hanya untukmu” kata ini kau ulang beberapa kali agar aku benar-benar yakin hanya aku yang mendapatkan jawaban dari hati tulusmu. Mendengar kata-kata yang terlontar dari lubuk hatimu membuat jiwa bergelora asmara cinta indah, merpatipun turut memeriahkan pesta pertemuan asmara cinta antara kau dan aku yang penuh bahagia. Begitulah suasana pagi itu membuat alam bernyanyi memuncahkan rasa suka ria bersama angin kasih yang bertiup menyejukkan dunia dengan segala harapan bahagia menampakkan kesungguhan cinta mereka pada kedamaian pertemuan antara aku dan kau.
Ditengah-tengah hiruk-pikuk yanyian alam yang bergembira menyambut pertemuan asmara antara aku dan kau, terdengar suara isak tangisan bayi yang menyayup dan mendayu-dayu dari semak-semak seolah mengisyaratkan awal kehidupan yang baru. Aku dan kau pun terdiam mencari sumber tangisan yang memiluhkan itu dan bertanya”ada apakah gerangan?”gumamku terheran pada isak tangis bayi yang datang mengagetkan pesta itu.
Lalu aku bisikkan kepada burung,alam,angin,dan bunga tentang suara itu “mendengarkah kalian isak tangisan bayi itu?”tanyaku pada mereka yang sedang berpesta pora. Merekapun satu persatu menganggukkan kepala dan berkata”iya, ada isak tangisan bayi”. Pestapun dihentikan sejenak agar suara itu tampak jelas di telinga namun Katika mereka terdiam dan suasana sunyi suara isak tangisan itu pun menghilang tak tahu kenapa. Lalu alam pun berdendang kembali memeriahkan pesta pertemuan asmara cinta kau dan aku dengan nyanyian-nyanyian cinta. semua ceria lagi dan berdendang kembali tanpa menghiraukannya.
Waktu terus bergulir mengiringi nyanyian alam dan kicau burung yang bersama semilir tiupan angin yang sedang berdendang di pesta pertemuan asmara cinta itu. Tak terasa kabut pagi menghilang bergantikan hari yang cerah sinar sang surya langitpun membiru dan awan ikut memutih menyaksikan pesta itu. Burung-burung yang semula bernyanyi bergerak mengepakkan sayapnya dan menari di atas udara dengan semangatnya yang menggebu berdensa bersama pasangannya masing-masing. Tiba-tiba elangpun terbang melayang sambil memukau dunia dan menggoncang jagat raya sehingga semuanya terdiam membisu seolah tak ada sesuatu pun sampai siang menghilang dan mentaripun terbenam diujung upuk barat dengan segala keresahan mereka bersembunyi memaya. Aku dan kau pun panik entah apa yang akan dilakukan. Ditengah jingganya cahaya matahari yang terletak diupuk barat itu terdengar suara azan yang mendayu-dayu memecah sepi,secara tiba-tiba elangpun menghilang seketika.
Lalu akupun pulang dan kau pun kembali untuk menemui raja dan ratu dirumah masing-masing dan mengatakan bahwa ”aku juga ingin seperti kalian menjadi raja dan ratu pada istana kecil dan menjadi pemimpin yang penuh kasih dan sayang serta cinta  terhadap rakyat setiaku” aku katakan pada mereka agar mereka tahu keinginanku yang mungkin sudah saatnya aku menerima warisan tahtah dan singga sana yang semua orang akan mengalaminya hanya satu kali dalam seumur hidupnya meski tak ada larangan untuk berkali-kali.
Mendengarkan permintaanku merekapun tersenyum manis membahana menebar mekar aroma bahagia menuturkan kata-kata kasih padaku yang mengisyaratkan bahwa mereka menyetujui keinginanku meski dengan berat hati memisahkanku dari kehidupan mereka. Mereka sangat mengerti keinginanku karna permintaan itu memang sudah saatnya diberikan dan disematkan sabuk ikatan pernikahan antara aku dan kau meski kita hanya bertemu sekali.

Tidak ada komentar: