Selasa, 28 Januari 2014

Hari Yang Tak Bersahabat


Hari yang tak bersahabat
Oleh : Dersa Subarta
Bagaimana kujelaskan perasaan ini yang selalu menghantui,terkadang perasaan itu membisikkan kabar gembira dan berbayangkan keindahan ,tak jarang ku dengar kata-kata manis yang kau lontarkan sebagai penghangat hasrat cinta yang aku alami tapi, kenapa semuanya jadi beruba?pertanyaan ini tentu membuatku terluka dalam ruang dan waktu yang berbeda. Hari-hari yang penuh kerinduan tiada bertepi, membuat hati terasa gunda dan menyepi. Rasanya ingin sekali kubuang rasa itu karna ia telah menjadi benalu dalam hidup ini. ”tidak, aku harus pergi dari rasa yang berwajah delima dan berhati dilema”.ujar aku kesal.
          “jika engkau biarkan perasaan itu menyelam terlalu dalam maka akan membuatmu tak berarti  dan diabaikan” sahut aku kembali dengan kekesalannya.
          “iya betul kamu tak akan berarti dimatanya” sahut galau.
          “mulai sekarang pantaskan diri anda untuk dipilih oleh wanita-wanita terhebat”ujar kecewa.
          “baiklah akan aku buktikan kepantasanku untuk dipilih oleh wanita-wanita hebat karna dulu aku dipilih kok sekarang aku yang memilih?”.jawab aku mencoba tegar.
Rasa itu terus disibukkan olah gejolak pada kegaluahan,kerisauan,dan kegalauan. Senja pun pergi menghinglang dan menemui kelam malam yang tak bersahabat pada rasa, hasrat, dan kenginan.
Hari-hari sudah tak lagi bersahabat pada hasrat yang kian cemburu pada dunia yang tak sependapat padanya hingga malam memisahkan hasrat dan rindu itu.

Tidak ada komentar: