Amarah Perselingkuhan
Aku sangat
kecewa dengannya. Berbulan-bulan aku di tinggalkan olehnya tanpa kabar apapun. Aku
berjalan sendiri tanpa dirinya tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hari demi
hari aku menantikan kabar tentangnya namun tak sedikitpun aku mendapatkan
kabarnya hingga aku berputus asa dan berpikir meninggalkan dirinya. Meski aku
di tinggalkan berbulan-bulan aku percaya dengannya tapi, semakin lama aku
semakin merasa enggak enak membuat aku bertanya pada diriku sendiri”apakah ada
cinta yang tanpa dilanda oleh rindu?”pertanyaan ini terus menghantui
kecemburuanku tentangnya. Aku berperasangka buruk tentangnya karena memang
tidak ada pilihan lain selain curiga. ada beberapa kali aku memanggilkannya
melalui telponku namun ia tidak menanggapi sampai aku sangat terpukul, entah
apa yang dia pikirkan hingga membuatku luka.
Lalu aku datang kerumah orang tuanya untuk
bertemu dia berharap agar kondisi semakin membaik namun ternyata ia tidak mau
menemuiku hingga akupun jengkel dan membuatku bertambah kecewa lagi. Tak tahan
rasanya air mataku berlinang melihat tingkahnya membuatku terluka. Ia selalu
meyakinkan aku bahwa ia tidak akan pernah selingku karena hanya ada aku dalam
hidupnya akupun percaya begitu saja.
Sering kali
perasaan. Cemburu itu datang padaku namun aku redahkan dengan berpikiran
positif tentangnya. Semakin lama berpisah aku semakin terluka di buatnya. Hingga
suatu hari aku sudah tidak lagi mengharap cinta darinya tapi, ia datang
menghampiriku lagi bagaikan kupu-kupu yang menari merayu bunga yang sedang
mekar. Hatiku semakin gemuru ingin pergi dari kehidupannya yang kian tak lagi
bersahaja.
Diam-diam aku
amati pola hidupnya yang begitu bertolak belakang denganku. Ia suka
berpoya-poya, mengumbarkan auratnya,dan berkencan dengan lelaki yang lain. Aku sangat
menyimpan aibnya hingga aku menemukan bukti-bukti yang jelas dan akurat. Aku mulai
merasa egois karena semua keinginanku tidak sama dengannya padahal keinginanku
hanya menginginkan ia menjadi wanita yang setia, baik, dan sholehah. Namun aku
tak bisa karena ia memiliki segalanya sedangkan aku berasal dari orang yang tak
punya apa-apa.
Ia sangat bahagia
melihat aku terluka karenanya hingga aku merasakan perbedaan antara aku dan dia
bagaikan langit dan bumi yang tidak akan pernah menyatu sampai kapanpun,
kecuali tiba hari penghancuran, atau langit yang indah itu runtuh. namun
pertemuan itu tidak akan begitu indah lagi karena pada hari itu langit sudah
tidak indah membiru dan bumipun sudah tak subur lagi. Terkadang dibenakku datang
perasaan ingin pergi jauh darinya namun aku tak bisa sepertinya yang memiliki
segalanya. Ia bagaikan merpati yang bisa terbang kemana saja menuju tempat yang
ia inginkan sedangkan aku bagaikan siput yang tak bisa apa-apa. Jangankah berlari melangkah sedikitpun aku susah.
Aku sunggu sangat berbeda dengannya sampai suatu ketika aku menjadi gila karena ula dirinya. Setelah luka di hatiku sudah teramat dalam ia datang menemuiku dan memberi harapan palsu. “aku sangat mencintaimu” perkataan ini terlontar dari mulutnya yang terbiasa bersilat menipu mangsanya. Aku pun percaya tanpa menganalisis dan berkata” aku juga mencintaimu” aku pungkaskan kata ini dari buluk hatiku yang paling dalam dengan menampakkan selaga hasrat kerinduanku yang tiada bertepi.
Aku sunggu sangat berbeda dengannya sampai suatu ketika aku menjadi gila karena ula dirinya. Setelah luka di hatiku sudah teramat dalam ia datang menemuiku dan memberi harapan palsu. “aku sangat mencintaimu” perkataan ini terlontar dari mulutnya yang terbiasa bersilat menipu mangsanya. Aku pun percaya tanpa menganalisis dan berkata” aku juga mencintaimu” aku pungkaskan kata ini dari buluk hatiku yang paling dalam dengan menampakkan selaga hasrat kerinduanku yang tiada bertepi.
Ia berpura-pura
cinta padaku selama itu juga hatiku terbakar asmara dan perasaanku menggebu
memikirkan tentangnya yang membuatku tak berdaya. Perasaan cemburupun
menghilang tertutup oleh rasa cinta dan sayang hingga aku tak tahu kenapa ia
kembali dan datang lagi. Suatu ketika aku berjalan sendiri mencari keindahan
dan inspirasi yang baru. Aku coba membuka kaca-kaca yang terbentang di dunia
maya dan aku menemuinya bersama lelaki yang lain pada gambar yang tak bisa
bicara. Namun ia berkelit menipuku hingga aku percaya dan menerima alasan dari
nya.
Hari demi hari kebohongan itu mulai tanpak jelas dengan sinaran cahaya kebenaran yang mengungkapkan segala sesuatu yang tersembunyi bahkan akupun tak mengira hal itupun terjadi. Siang itu aku makan di warung bersamanya. Sembari ia makan aku mengamil hand phonenya lalu diam-diam aku bukakan satu peratu isi masage dan poto-poto tentangnya hingga aku menemukan rekaman, poto,dan masage tentang dia bersama lelaki selain diriku. Ia ber mesra bersama semua lelaku yang bersamanya. Hatiku semakin terluka dan perasaankupun tidak menentu hingga aku ingin pergi meninggalkannya.
Melihatku terdiam dengan kepala tertunduk serta mata memerah bagaikan bola api yang membara akan aku luapkan marah saat itu tapi, hatiku berkata “kamu masih punya Allah yang maha adil untuk menghakiminya.”dan akupun tidak meluapkan amarahku seperti di gelandang pertarungan melawan musuhku dan berharap agar dia membaik. Ia mulai khawatir aku marah besar lalu ia mendekatku dan merayu agar aku memberikan kesempatan padanya.
Bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar