Rabu, 05 Maret 2014

Cerbung " Amarah Perselingkuhan" Oleh Dersa Subarta



Amarah Perselingkuhan 



Aku sangat kecewa dengannya. Berbulan-bulan aku di tinggalkan olehnya tanpa kabar apapun. Aku berjalan sendiri tanpa dirinya tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hari demi hari aku menantikan kabar tentangnya namun tak sedikitpun aku mendapatkan kabarnya hingga aku berputus asa dan berpikir meninggalkan dirinya. Meski aku di tinggalkan berbulan-bulan aku percaya dengannya tapi, semakin lama aku semakin merasa enggak enak membuat aku bertanya pada diriku sendiri”apakah ada cinta yang tanpa dilanda oleh rindu?”pertanyaan ini terus menghantui kecemburuanku tentangnya. Aku berperasangka buruk tentangnya karena memang tidak ada pilihan lain selain curiga. ada beberapa kali aku memanggilkannya melalui telponku namun ia tidak menanggapi sampai aku sangat terpukul, entah apa yang dia pikirkan hingga membuatku luka.
 Lalu aku datang kerumah orang tuanya untuk bertemu dia berharap agar kondisi semakin membaik namun ternyata ia tidak mau menemuiku hingga akupun jengkel dan membuatku bertambah kecewa lagi. Tak tahan rasanya air mataku berlinang melihat tingkahnya membuatku terluka. Ia selalu meyakinkan aku bahwa ia tidak akan pernah selingku karena hanya ada aku dalam hidupnya akupun percaya begitu saja.

Sering kali perasaan. Cemburu itu datang padaku namun aku redahkan dengan berpikiran positif tentangnya. Semakin lama berpisah aku semakin terluka di buatnya. Hingga suatu hari aku sudah tidak lagi mengharap cinta darinya tapi, ia datang menghampiriku lagi bagaikan kupu-kupu yang menari merayu bunga yang sedang mekar. Hatiku semakin gemuru ingin pergi dari kehidupannya yang kian tak lagi bersahaja.
Diam-diam aku amati pola hidupnya yang begitu bertolak belakang denganku. Ia suka berpoya-poya, mengumbarkan auratnya,dan berkencan dengan lelaki yang lain. Aku sangat menyimpan aibnya hingga aku menemukan bukti-bukti yang jelas dan akurat. Aku mulai merasa egois karena semua keinginanku tidak sama dengannya padahal keinginanku hanya menginginkan ia menjadi wanita yang setia, baik, dan sholehah. Namun aku tak bisa karena ia memiliki segalanya sedangkan aku berasal dari orang yang tak punya apa-apa.
Ia sangat bahagia melihat aku terluka karenanya hingga aku merasakan perbedaan antara aku dan dia bagaikan langit dan bumi yang tidak akan pernah menyatu sampai kapanpun, kecuali tiba hari penghancuran, atau langit yang indah itu runtuh. namun pertemuan itu tidak akan begitu indah lagi karena pada hari itu langit sudah tidak indah membiru dan bumipun sudah tak subur lagi. Terkadang dibenakku datang perasaan ingin pergi jauh darinya namun aku tak bisa sepertinya yang memiliki segalanya. Ia bagaikan merpati yang bisa terbang kemana saja menuju tempat yang ia inginkan sedangkan aku bagaikan siput yang tak bisa apa-apa. Jangankah berlari melangkah sedikitpun aku susah.

Aku sunggu sangat berbeda dengannya sampai suatu ketika aku menjadi gila karena ula dirinya. Setelah luka di hatiku sudah teramat dalam ia datang menemuiku dan memberi harapan palsu. “aku sangat mencintaimu” perkataan ini terlontar dari mulutnya yang terbiasa bersilat menipu mangsanya. Aku pun percaya tanpa menganalisis dan berkata” aku juga mencintaimu” aku pungkaskan kata ini dari buluk hatiku yang paling dalam dengan menampakkan selaga hasrat kerinduanku yang tiada bertepi.
Ia berpura-pura cinta padaku selama itu juga hatiku terbakar asmara dan perasaanku menggebu memikirkan tentangnya yang membuatku tak berdaya. Perasaan cemburupun menghilang tertutup oleh rasa cinta dan sayang hingga aku tak tahu kenapa ia kembali dan datang lagi. Suatu ketika aku berjalan sendiri mencari keindahan dan inspirasi yang baru. Aku coba membuka kaca-kaca yang terbentang di dunia maya dan aku menemuinya bersama lelaki yang lain pada gambar yang tak bisa bicara. Namun ia berkelit menipuku hingga aku percaya dan menerima alasan dari nya.

Hari demi hari kebohongan itu mulai tanpak jelas dengan sinaran cahaya kebenaran yang mengungkapkan segala sesuatu yang tersembunyi bahkan akupun tak mengira hal itupun terjadi. Siang itu aku makan di warung bersamanya. Sembari ia makan aku mengamil hand phonenya lalu diam-diam aku bukakan satu peratu isi masage dan poto-poto tentangnya hingga aku menemukan rekaman, poto,dan masage tentang dia bersama lelaki selain diriku. Ia ber mesra bersama semua lelaku yang bersamanya. Hatiku semakin terluka dan perasaankupun tidak menentu hingga aku ingin pergi meninggalkannya.

Melihatku terdiam dengan kepala tertunduk serta mata memerah bagaikan bola api yang membara akan aku luapkan marah saat itu tapi, hatiku berkata “kamu masih punya Allah yang maha adil untuk menghakiminya.”dan akupun tidak meluapkan amarahku seperti di gelandang pertarungan melawan musuhku dan berharap agar dia membaik. Ia mulai khawatir aku marah besar lalu ia mendekatku dan merayu agar aku memberikan kesempatan padanya.

Bersambung....

Tidak ada komentar: