Sabtu, 18 Januari 2014

Banjir Di Muratara"Dosa siapa?"

Banjir Di Muratara"Dosa siapa?"

Oleh: Dersa Subarta*


Beberapa tahun lalu banjir melanda daerah musi rawas tidak terlalu besar. ketika terjadi banjir hanya menenggelamkam jalan-jalan dan siring-siring yang berada di depan rumah-rumah penduduk tetapi pada tahun ini lebih para dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak rumah-rumah penduduk terendam air, hewan-hewan peliharaan banyak mati, belum lagi tanaman-tanaman yang ada diperkebunan penduduk juga terendam banjir yang mengakibatkan kerugian pada penduduk setempat. Mungkin bagi penduduk setempat tidak merasakan kerisauan dengan kejadian ini karena setiap tahun banjir sudah menjadi langganan bagi perkampungan dan perdesaan yang sering terendam banjir. Kebanjiran itu terus meningkat setiap tahunnya. Jika tahun kemaren banjir hanya menenggelamkan rumah-rumah dempo sekarang sudah mulai melambung keatas menjangkau rumah-rumah panggung yang bertiang entah bagaimana banjir pada tahun yang akan datang mungkin akan mencapai atap-atap rumah penduduk bahkan bisa jadi pada tahun depan banjir yang melandah dearah tersebut  berubah menjandi tsunami seperti kejadian di aceh pada tahun 2004. Kejadian ini tentu tidak akan terjadi begitu saja jika kita lihat dari berbagai sebab dan akibat terjadinya banjir yang setiap tahun semakin meningkat. Dalam hal ini sudah jauh-jauh hari Allah menegaskan bahwa terjadi kerusakan dimuka bumi ini karena ula perbuatan manusia itu sendiri. Jika kita lihat yang terjadi pada suatu perkampungan dan perdesaan yang terletak di musi rawas utara banyak sekali masyarakatnya membuang sampa ke dalam sungai tempat pemukiman penduduk. Sepertinya hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi penduduk sehingga mereka tidak menghiraukan akibat yang mereka lakukan. Penebangan hutan terjadi dimana-mana, hutan yang beragam spesies tumbuhan kini sudah beralih pungsi menjadi kebun sawit milik Perusahaan-perusahaan  dengan menjanjikan kemajuan ekonomi masyarakat padahal sebenarnya masyarakat telah kehilangan harta warisan bebuyutannya bahkan menimbulakan konflik yang sangat serius. Tahun-tahun sebelumnya ketaka terjadi banjir sumber pencarian masyarakat beralih fungsi dari seorang petani menjadi seorang nelayan dan penghasilannya stabil tetapi,pada masa sekarang ini spesies ikanpun yang berada dalam sungai sudah banyak hilang karena mati diputas dan di sentrum pada musim surut bahkan untuk makan seharipun sulit untuk mendapatkan ikan jika mengandalkan sungai yang selalu meluap itu.
Jika kita merujuk pada ilmiah, mengapa air sungai bias meluap dan terjadi banjir bandang yang menimpah daerah musi rawas utara?  karana sungai telah terisi penuh oleh sampa-sampa baik sampa organik maupun non organik sedangkan air hujan yang turun terus menetur selama berbulanbulan lamanya dan pohon-pohon besar dipinggiran perkampunga dan perdesaan serta berbagai spesies tumbuhan pada hutan sudah terancam puna bahkan tidak ada lagi sama sekali keberadaannya padahal akar-akar pohon dan tumbuhan itulah yang akan menyerap air sebagai tempat menampung air dan dengan adanya pertohongan serapan akar pohon akan mengurangi penggenang air pada jalan-jalan serta membuat aliran sungai stabil. Keadaan sungai rawas pada beberapa tahun silam dengan keadaan sekarang sudah jauh berbeda dulu sungai rawas bias dilewati oleh tokang-tokang yang besar dan kapal-kapal yang memiliki muatan yang ber ton-ton sekarang sudah tidak bias lagi karna sungai sudah tidak begitu lebar  dan mengalami pendangkalan akibat pengendapan sampa yang di buang oleh masyarakat setempat.
Keadaan sekarang banjir sedang menggenangi daerah-daerah tersebut yang membuat masyarakat sulit untuk menstabilkan antara kebutuhan dan penghasilan yang mereka dapatkan karena perkebunan yang mereka miliki terendam banjir sedangkan kebutuhan ekonomi untuk melanjutkan hidup sehari-hari  yang meningkat dan  terus mendesak. Melihat respon pemerintah nampaknya masih angat lambat terhadap bencana ini. Seharusnya pemerintah lebih tanggap terhadap kejadian-kejadian yang terjadi pada daerah wewenang kekuasaannya. Jika ini yang terjadi masyarakat merasa tidak ada gunanya dari keberadaan seorang pemimpin.
Dengan demikian masyarakat pada saat ini terkatung-katung diatas air bertahan hidup dalam kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi dan mencekam dengan berbagai perasaan. Keadaan ini sangat memilihkan dan memalukan. Kenapa dikatakan sangat memiluhan? Karan keadaan sekarang banyak sekali air yang berada tidak pada tempatnya, air bukan hanya ada di sungai dan tempat tempat yang terendam banjir tetapi air juga ada dilam rumah panggung tinggi dan kering, air juag ada di dapur-dapur penduduk yaitu air mata penduduk yang dicekam rasa takut, lapar, kehilangan harta serta tidak memiliki pangan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kenapa dikatakan memalukan? Karena daerah yang di timpah banjir adalah daerah yang kita kenal kawasan hutan yang memiliki berbagai macan jenis pohon-pohon yang besar dan tentu dapat menyerap dan menampung air dalam jumlah yang besar ternyata sudah tidak berfungsi lagi karena hutan itu sudah menjadi kebun sawit dengan  satu spesies sehingga hutan yang kita kenal tidak lagi seperti yang kita bayangkan apalagi pada  tiga tahun terakhir ini banyak sekali penebangan hutan di daerah tersebut sehingga banjir semakin besar akibat sungai yang yang menyempit dan mengalami pendangkalan tersebut tidak tertampung lagi. Melihat kejadian ini masih ada harapan untuk mencegah meningkatnya jumlah kerugian yaitu dengan mengadakan penghirauan kembali pada tuhan dan peduli pada sungai yang semakit sumpak dan dangkal itu. Hal ini tentu tidaklah mudah dilakukan oleh masyarakat setempat jika tidak melibatkan peran pemerintah. Tapi masyrakat tidak boleh menyalahkan pemerintah yang lambat merespo pada bencana ini karena hal ini terjadi akibat dari kebiasaan masyarakat membuang sampa di sungai sehingga sungai meluap dan terjadi banjir, penebangan berbagai macam spesies pohon-pohon besar yang berfungsi sebagai penyerapan dan penampungan air serta kurang peduli pada alam sekitarnya.

* Penulis adalah Mahasiswa STAIS-BS lubuklinggau
* Ketua tabloid komunikasi dan penyiaran islam
* Anggota MAPALA
* Anggota Kesatuan Aksi Muslim Indonesia (KAMMI Komsat Hamas Musi rawas)
* Anggota Jet Kun Do Shao Lin Kungfu Cab. lubuklinggau
* Putra Daerah MURATARA

Tidak ada komentar: