Banjir Di Muratara"Dosa siapa?"
Oleh: Dersa Subarta*
Beberapa tahun lalu banjir melanda daerah musi rawas tidak
terlalu besar. ketika terjadi banjir hanya menenggelamkam jalan-jalan dan
siring-siring yang berada di depan rumah-rumah penduduk tetapi pada tahun ini
lebih para dari tahun-tahun sebelumnya. Banyak rumah-rumah penduduk terendam
air, hewan-hewan peliharaan banyak mati, belum lagi tanaman-tanaman yang ada
diperkebunan penduduk juga terendam banjir yang mengakibatkan kerugian pada
penduduk setempat. Mungkin bagi penduduk setempat tidak merasakan kerisauan
dengan kejadian ini karena setiap tahun banjir sudah menjadi langganan bagi
perkampungan dan perdesaan yang sering terendam banjir. Kebanjiran itu terus
meningkat setiap tahunnya. Jika tahun kemaren banjir hanya menenggelamkan
rumah-rumah dempo sekarang sudah mulai melambung keatas menjangkau rumah-rumah
panggung yang bertiang entah bagaimana banjir pada tahun yang akan datang
mungkin akan mencapai atap-atap rumah penduduk bahkan bisa jadi pada tahun depan
banjir yang melandah dearah tersebut
berubah menjandi tsunami seperti kejadian di aceh pada tahun 2004.
Kejadian ini tentu tidak akan terjadi begitu saja jika kita lihat dari berbagai
sebab dan akibat terjadinya banjir yang setiap tahun semakin meningkat. Dalam
hal ini sudah jauh-jauh hari Allah menegaskan bahwa terjadi kerusakan dimuka
bumi ini karena ula perbuatan manusia itu sendiri. Jika kita lihat yang terjadi
pada suatu perkampungan dan perdesaan yang terletak di musi rawas utara banyak
sekali masyarakatnya membuang sampa ke dalam sungai tempat pemukiman penduduk.
Sepertinya hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi penduduk sehingga mereka tidak
menghiraukan akibat yang mereka lakukan. Penebangan hutan terjadi dimana-mana,
hutan yang beragam spesies tumbuhan kini sudah beralih pungsi menjadi kebun
sawit milik Perusahaan-perusahaan dengan
menjanjikan kemajuan ekonomi masyarakat padahal sebenarnya masyarakat telah
kehilangan harta warisan bebuyutannya bahkan menimbulakan konflik yang sangat
serius. Tahun-tahun sebelumnya ketaka terjadi banjir sumber pencarian
masyarakat beralih fungsi dari seorang petani menjadi seorang nelayan dan
penghasilannya stabil tetapi,pada masa sekarang ini spesies ikanpun yang berada
dalam sungai sudah banyak hilang karena mati diputas dan di sentrum pada musim
surut bahkan untuk makan seharipun sulit untuk mendapatkan ikan jika
mengandalkan sungai yang selalu meluap itu.
Jika kita merujuk pada ilmiah, mengapa air sungai bias meluap
dan terjadi banjir bandang yang menimpah daerah musi rawas utara? karana sungai telah terisi penuh oleh
sampa-sampa baik sampa organik maupun non organik sedangkan air hujan yang
turun terus menetur selama berbulanbulan lamanya dan pohon-pohon besar
dipinggiran perkampunga dan perdesaan serta berbagai spesies tumbuhan pada
hutan sudah terancam puna bahkan tidak ada lagi sama sekali keberadaannya
padahal akar-akar pohon dan tumbuhan itulah yang akan menyerap air sebagai
tempat menampung air dan dengan adanya pertohongan serapan akar pohon akan
mengurangi penggenang air pada jalan-jalan serta membuat aliran sungai stabil.
Keadaan sungai rawas pada beberapa tahun silam dengan keadaan sekarang sudah
jauh berbeda dulu sungai rawas bias dilewati oleh tokang-tokang yang besar dan
kapal-kapal yang memiliki muatan yang ber ton-ton sekarang sudah tidak bias
lagi karna sungai sudah tidak begitu lebar
dan mengalami pendangkalan akibat pengendapan sampa yang di buang oleh
masyarakat setempat.
Keadaan sekarang banjir sedang menggenangi daerah-daerah
tersebut yang membuat masyarakat sulit untuk menstabilkan antara kebutuhan dan
penghasilan yang mereka dapatkan karena perkebunan yang mereka miliki terendam
banjir sedangkan kebutuhan ekonomi untuk melanjutkan hidup sehari-hari yang meningkat dan terus mendesak. Melihat respon pemerintah
nampaknya masih angat lambat terhadap bencana ini. Seharusnya pemerintah lebih
tanggap terhadap kejadian-kejadian yang terjadi pada daerah wewenang
kekuasaannya. Jika ini yang terjadi masyarakat merasa tidak ada gunanya dari
keberadaan seorang pemimpin.
Dengan demikian masyarakat pada saat ini terkatung-katung
diatas air bertahan hidup dalam kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi dan
mencekam dengan berbagai perasaan. Keadaan ini sangat memilihkan dan memalukan.
Kenapa dikatakan sangat memiluhan? Karan keadaan sekarang banyak sekali air
yang berada tidak pada tempatnya, air bukan hanya ada di sungai dan tempat
tempat yang terendam banjir tetapi air juga ada dilam rumah panggung tinggi dan
kering, air juag ada di dapur-dapur penduduk yaitu air mata penduduk yang
dicekam rasa takut, lapar, kehilangan harta serta tidak memiliki pangan yang
mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kenapa dikatakan
memalukan? Karena daerah yang di timpah banjir adalah daerah yang kita kenal
kawasan hutan yang memiliki berbagai macan jenis pohon-pohon yang besar dan
tentu dapat menyerap dan menampung air dalam jumlah yang besar ternyata sudah
tidak berfungsi lagi karena hutan itu sudah menjadi kebun sawit dengan satu spesies sehingga hutan yang kita kenal
tidak lagi seperti yang kita bayangkan apalagi pada tiga tahun terakhir ini banyak sekali
penebangan hutan di daerah tersebut sehingga banjir semakin besar akibat sungai
yang yang menyempit dan mengalami pendangkalan tersebut tidak tertampung lagi.
Melihat kejadian ini masih ada harapan untuk mencegah meningkatnya jumlah
kerugian yaitu dengan mengadakan penghirauan kembali pada tuhan dan peduli pada
sungai yang semakit sumpak dan dangkal itu. Hal ini tentu tidaklah mudah
dilakukan oleh masyarakat setempat jika tidak melibatkan peran pemerintah. Tapi
masyrakat tidak boleh menyalahkan pemerintah yang lambat merespo pada bencana
ini karena hal ini terjadi akibat dari kebiasaan masyarakat membuang sampa di
sungai sehingga sungai meluap dan terjadi banjir, penebangan berbagai macam
spesies pohon-pohon besar yang berfungsi sebagai penyerapan dan penampungan air
serta kurang peduli pada alam sekitarnya.
* Penulis
adalah Mahasiswa STAIS-BS lubuklinggau
* Ketua
tabloid komunikasi dan penyiaran islam
* Anggota
MAPALA
* Anggota
Kesatuan Aksi Muslim Indonesia (KAMMI Komsat Hamas Musi rawas)
* Anggota
Jet Kun Do Shao Lin Kungfu Cab. lubuklinggau
* Putra
Daerah MURATARA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar